This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 02 Januari 2013

URAIAN TUGAS


Pangkat/Gol             :               Penata Tk. I / Gol. III/d
Jabatan       :               Ketua Kelompok Kerja Pengkajian dan Pemeliharaan ( Kurator Ahli Muda )

1.       Merencanakan pengumpulan, perawatan dan pengawetan, dokumentasi dan pengkajian ilmiah, benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta dan pengelolaan Perpustakaan.
2.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap kegiatan pengumpulan, perawatan dan pengawetan, dokumentasi dan pengkajian ilmiah, benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta dan pengelolaan Perpustakaan.
3.       Melakukan monitoring kegiatan pengumpulan, perawatan dan pengawetan, dokumentasi dan pengkajian ilmiah, benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta dan pengelolaan Perpustakaan.
4.       Melakukan koordinasi dengan Kapokja Penyajian dan Publikasi, Kapokja Museum Perjuangan Yogyakarta dan Ka. Sub Bagian Tata Usaha.
5.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan pengumpulan, perawatan dan pengawetan, dokumentasi dan pengkajian ilmiah, benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta dan pengelolaan Perpustakaan.
6.       Melakukan tugas lain yang dibebankan oleh atasan langsung maupun tidak, secara rutin maupun insendental.
7.       Bertanggungjawab kepada Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.



URAIAN TUGAS

Pangkat/Gol             :               Penata /Gol. III/c
Jabatan       :               Koordinator Pengkajian ( kurator Muda )

1.       Merencanakan pengumpulan pengkajian ilmiah dan dokumentasi benda bersejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
2.       Bertanggungjawab mengenai kegiatan pengumpulan pengkajian ilmiah dan dokumentasi benda bersejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
3.       Melakukan monitoring kegiatan pengumpulan pengkajian ilmiah dan dokumentasi benda bersejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
4.       Bertanggungjawab keluar masuk koleksi guna tata pameran dan keperluan lain
5.       Melakukan koordinasi dengan koordinator Dokumentasi / perpustakaan dan Koordinator pemeliharaan.
6.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan pengumpulan pengkajian ilmiah dan dokumentasi benda bersejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
7.       Melakukan tugas lain yang dibebankan oleh atasan langsung maupun tidak, secara rutin maupun insendental.
8.       Bertanggungjawab kepada Ketua Pengkajian dan Pemeliharaan.







Pangkat/Gol             :               Penata /Gol. III/c
Jabatan       :               Personil pelaksana pengkajian ( Kurator Muda )

1.       Membantu merencanakan dan bertanggungjawab kegiatan survey dan pengadaan koleksi dalam rangka penyempurnaan tata pameran tetap / temporer maupun dalam rangka penyelamatan benda bersejarah di Daerah Yogyakarta.
2.       Membantu merencanakan dan bertanggungjawab mengenai inventarisasi ( Pendataan ) koleksi Museum.
3.       Membantu merencanakan dan bertanggungjawab mengenai pengkajian ( Penelitian Ilmiah ) mengenai koleksi Museum.
4.       Melakukan koordinasi dengan kapokja / Koordinator lain yang terkait dengan kegiatan yang sedang dilakukan.
5.       Menyusun laporan setelah kegiatan selesai sebagai pertanggungjawaban.
6.       Bertanggungjawab pengelolaan koleksi, administrasi koleksi di storage,  tata pameran, minirama  dan Halaman.
7.       Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan dengan penuh tanggungjawab.










Jabatan       :               Koordinator Dokumentasi dan Perpustakaan ( Pendokumentasian Pelaksana )

1.       Merencanakan dan bertanggungjawab kegiatan pendokumentasian dan kegiatan museum secara umum.
2.       Merencanakan dan bertanggungjawab kegiatan pendokumentasian secara khusus mengenai koleksi museum.
3.       Merencanakan dan bertanggungjawab pengelolaan Perpustakaan Museum.
4.       Bertanggungjawab atas penyelenggaraan administrasi hasil dokumentasi museum baik umum maupun khusus.
5.       Merencanakan dan bertanggungjawabatas kebutuhan dan perawatan perlengkapan dokumentasi di museum.
6.       Melakukan koordinasi dengan Kapokja/Koordinator lain yang terkait dengan kegiatan yang sedang dilakukan.
7.       Menyusun laporan setelah kegiatan selesai sebagai pertanggungjawaban.
8.       Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan dengan penuh tanggungjawaban.











Pelaksana pada Dokumentasi

1.       Membantu kkordinator Dokumentasi dalam hal dokumentasi kegiatan museum secara umum
2.       Membantu koordinator Dokumentasi dalam inventarisasi dokumen hasil dokumentasi kegiatan umum
3.       Membantu koordinator Dokumentasi dalam hal pelabelan / identifikasi dokumen hasil dokumentasi kegiatan museum
4.       Membantu koordinator Dokumentasi perpustakaan dalam pemeliharaan peralatan dokumentasi audio visual, audio dan visual
5.       Melakukan koordinasi dengan Kapokja / Koordinator lain yang terkait dengan kegiatan yang sedang dilakukan
6.       Menyusun laporan setelah kegiatan selesai dengan pertanggungjawaban
7.       Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan dengan penuh tanggungjawab












Koordinator Pemeliharaan ( Konsevator )

1.       Merencanakan perawatan dan pemeliharaan benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
2.       Melakukan dan bertanggungjawab mengenai kegiatan perawatan dan pemeliharaan, benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
3.       Penanggungjawab tata pameran minirama IV meliputi kebersihan tata pameran baik dalam dan di luar minirama, identifikasi koleksi dan pengecekaan kondisi koleksi.
4.       Melakukan monitoring kegiatan perawatan dan pemeliharaan benda yang bernilai sejarah , budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
5.       Melakukan koordinasi dengan Koordinator Pengkajian dan Koordinator Dokumentasi / Perpustakaan.
6.       Membuat laporan penanggungjawaban Kegiatan perawatan dan pemeliharan benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
7.       Bertanggungjawab kepada ketua Pokja Pengkajian dan Pemeliharaan.
8.       Melakukan tugas lain yang dibebankan oleh atasan langsung maupun tidak, secara rutin maupun insendental.







Pelaksana / Personil Perpustakaan

1.       Membantu merencanakan pengelolaan dan pelaksanaan perpustakaan museum
2.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap kegiatan pengelolaan dan penebitan hasil pelaksanaan perpustakaan museum
3.       Melakukan monitoring kegiatan pengelolaan dan pelaksanaan perpustakaan museum
4.       Membantu membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan pengelolaan dan pelaksanaan perpustakaan museum
5.       Bertanggungjawab kepada Koordinator Dokumentasi dan Perpustakaan
6.       Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan dengan penuh tanggungjawab














Personil Pelaksana Pemeliharaan

1.       Membantu merencanakan menganai perawatan dan pemeliharaan benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa
2.       Melaksanakan dan bertanggungjawab mengenai kegiatan perawatan benda yang bernilai sejarah, budaya dan ilmiah dengan mengupayakan usaha preventif dan kuratif
3.       Penanggungjawab tata pameran minirama meliputi kebersihan tata pameran baik dalam dan luar minirama, identifikasi koleksi dan pengecekan kondisi koleksi
4.       Melakukan monitoring kegiatan perawatan benda bernilai sejarah, budaya dan ilmiah
5.       Melakukan koordinasi dengan penanggungjawab pemeliharaan
6.       Menyiapkan dan membuat laporan incidental tentang perawatan benda bernilai sejarah, budaya dan ilmiah kepada koordinator pemeliharaan
7.       Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan baik secara langsung maupun tidak langsung secara rutin maupun insidental











KELOMPOK KERJA PENYAJIAN DAN PUBLIKASI
Ketua Pokja Penyajian dan Publikasi

1.       Merencanakan kegiatan penyajian dan publikasi, penerbitan hasil penelitian dan bimbingan edukatif, tentang benda yang bernilai sejarah budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
2.       Melakukan dan betanggungjawab terhadap kegiatan penyajian dan publikasi, penerbitan hasil penelitian dan bimbingan edukatif, tentang benda yang bernilai sejarah budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
3.       Melakukan monitoring kegiatan penyajian, dan publikasi penerbitan hasil penelitian dan bimbingan edukatif, tentang benda yang bernilai sejarah budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
4.       Melakukan koordinasi dengan Kapokja Pengkajian dan Pemeliharan dan Ka. Subbag. Tata Usaha
5.       Melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan program penyajian dan publikasi penerbitan hasil penelitian dan bimbingan edukatif tentang benda yang bernilai sejarah budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
6.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan Penyajian dan Publikasi, hasil penerbitan dan bimbingan edukatif, tentang benda yang bernilai sejarah budaya dan ilmiah yang berhubungan dengan peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
7.       Bertanggungjawab kepada Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta







Koordinator Penyajian

1.       Merencanakan penyajian dan penerbitan hasil penelitian tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Indonesia
2.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap kegiatan penyajian dan penerbitan hasil penelitian tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
3.       Melakukan monitoring kegiatan penyajian dan penerbitan hasil penelitian tentang benda sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
4.       Melakukan koordinasi kegiatan penyajian dan penerbitan dengan koordinator Bimbingan Edukasi dan Koordinasi Humas
5.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan penyajian dan penerbitan hasil penelitian tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
6.       Bertanggungjawab kepada ketua Pokja Penyajian dan Publikasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta











Pelaksana Penyajian

1.       Membantu merencanakan kegiatan penyajian berupa pameran tetap di indoor dan outdoor serta pameran temporer tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
2.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap kegiatan penyajian berupa pameran tetap di indoor dan outdoor serta pameran temporer tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
3.       Melakukan monitoring kegiatan penyajian berupa pameran tetap di indoor dan outdoor serta pameran temporer tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
4.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan penyajian berupa pameran tetap di indoor dan outdoor serta pameran temporer tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
5.       Bertanggungjawab kepada koordinator penyajian museum benteng Vredeburg Yogyakarta






                                                                                                                                                        




Pelaksana pada Penyajian

1.       Membuat sarana pameran berupa vitrin, panel dan kebutuhan sarana pameran lain
2.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap kegiatan penyajian berupa pameran tetap di indoor dan outdoor serta pameran temporer tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
3.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap penyajian data pameran tetap diorama serta berfungsinya CD/DVD di tata pameran pendukung diorama
4.       Bertanggungjawab terhadap peralatan penyajian (preparasi) di museum benteng Vredeburg
5.       Melaporkan pertanggungjawaban penyajian berupa pameran tetap di indoor dan outdoor serta pameran temporer tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
6.       Bertanggungjawab terhadap koordinator penyajian museum benteng Vredeburg


















Pembantu pimpinan pada Penyajian (preparator muda)

1.       Membantu merencanakan kegiatan penerbitan dan hasil penelitian tentang benda sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta
2.       Melakukan monitoring dan bertanggungjaawab terhadap keigtan pembuatan layout, tata pameran dan penerbitan tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta
3.       Melakukan koordinasi dengan personil lain yang terkait di museum benteng Vredeburg
4.       Membuat laporan pertanggungjaawaban terhadap keigtan pembuatan layout, tata pameran dan penerbitan tentang benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta pda setiap kegiatan penyajian dan bimbingan edukatif yang dilakukan oleh museum
5.       Bertanggungjawab kepada koordinator penyajian museum benteng Vredeburg













Koordinator bimbingan edukasi

1.       Merencanakan kegiatan bimbingan edukasi berupa kegiatan rutin intern museum kepada pengunjung, bimbingan pameran temporer, sosialisasi museum, lomba, festival, tentang benda sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
2.       Melakukan monitoring  dan bertanggungjawab terhadap kegiatan rutin intern museum kepada pengunjung, bimbingan pameran temporer, sosialisasi museum, lomba, festival, tentang benda sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
3.       Membuat laporan pertanggungjawaban terhadap kegiatan rutin intern museum kepada pengunjung, bimbingan pameran temporer, sosialisasi museum, lomba, festival, tentang benda sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta
4.       Bertanggungjawab kepada Kapokja penyajian dan publikasi museum benteng Vredeberg Yogyakarta












Pembantu bimbingan edukasi
1.       Melakukan  kegiatan bimbingan rutin intern museum kepada pengunjung, bimbingan pameran temporer, sosialisasi museum, lomba, festival, tentang benda sejarah perjuangan bangsa Indonesia di Wilayah Yogyakarta.
2.       Melakukan dengan bertanggungjawab terhadap administrasi data pengunjung di BEnteng Vredeburg Yogyakarta.
3.       Melakukan koordinasi dengan sesama petugas pelaksana kegiatan bimbingan edukasi.
4.       Melakukan laporan pertanggungjawaban administrsi data pengunjung.
5.       Bertanggungjawab kepada koordinator bimbingan edukasi Museum Vredeburg Yogyakarata.
Koordinator Humas
1.       Merencanakan publikasi museum kepada masyarakat melalui media elektronik, Koran, dan media lainnya.
2.       Melakukan dan bertanggungjawab terhadap kegiatan publikasi benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta.
3.       Melakukan monitoring kegiatan publikasi benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta.
4.       Melakukan koordinasi dengan koordinator bimbingan edukasi, koordinator penyajian yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan.
5.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan publikasi benda dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta pada setiap kegiatan penyajian dan bimbingan edukatif yang dilakukan oleh museum bertanggungjawab kepada kapokja penyajian dan publikasi museum benteng vredeburg Yogyakarta.
Pelaksana pada kehumasan
1.       Membantu merencanakan kegiatan kehumasan museum kepada masyarakat melalui media massa elektronik, harian , dan media lainnya.
2.       Melakukan dan bertanggungjawab dalam pembuatan desain pembuatan museum.
3.       Melayani dan bertanggung jawab dalam pelayanan kehumasan melalui internet dan website.
4.       Melakukan koordinasi dengan personil kehumasan lainnya.
5.       Membuat laporan pertanggungjawaban administrasi kehumasan.
6.       Bertanggungjawab kepada koordinator kehumasan museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Ketua Kelompok Kerja Museum Perjuangan (Kurator)
1.       Mengetuai / mengkoordinir tenaga / petugas yang ada di Museum Perjuangan
2.       Melaksanaan dan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan yang ada di Museum Perjuangan baik teknik maupun administrasi.
3.       Melakukan koordinasi dengan kepala Museum, Kasubbag Tata Usaha, dan Ketua pokja teknis lainnya.
4.       Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan pimpinan.
5.       Membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan bulanan, tengah tahunan dan tahunan Museum Perjuangan.
6.       Bertanggungjawab kepada Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Koordinator Penyajian dan Publikasi Museum Unit II ( Pemandu)
1.       Membantu merencanakan tata penyajian pameran koleksi Museum unit II.
2.       Mengevaluasi tata penyajian pameran Museum unit II.
3.       Mengubah tata penyajian pameran sesuai hasil evaluasi yang dilaksanakan bersama tenaga teknis kelompok penyajian Museum unit I.
4.       Melaksanakan kegiatan bimbngan edukasi kepada pengunjung Museum unit II.
5.       Merancanakan pengadaan buku panduan Museum unit II
6.       Melaksanakan tugas / kegiatan lain yang diberikan oleh pemimpin
7.       Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan
8.       Memandu pengunjung Museum Unit II
9.       Bertanggungjawab kepada Ketua Pokja Museum Unit II
Pelaksana penyajian dan publikasi Museum Unit II (pemandu)
1.       Membantu kegiatan tata penyajian pameran koleksi Museum Unit II
2.       Membantu mengubah tata penyajian pameran sesuai hasil evaluasi yang dilaksanankan bersama tenaga teknis kelompok penyajian Museum Unit II
3.       Melaksanakan kegiatan Bimbingan Edukasi kepada pengunjung Museum Unit II
4.       Mencatat pengeluaran buku panduan Museum Unit II
5.       Mencatatn jumlah pengunjung Museum Unit II
6.       Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan
7.       Melaksanakan tugas/kegiatan lain yang diberikan oleh pemimpin
8.       Memandu pengunjung Museum Unit II
9.       bertanggungjawab kepada Ketua Pokja Museum Unit II
pelaksana pengkajian dan pemeliharaan di Museum Unit II
1.       membantu melaksanakan kegiatan pengkajian terhadap koleksi Museum Unit II
2.       Membantu perawatan / pemeliharaan koleksi Museum Unit II
3.       Membantu, menyiapkan dan melaksanakan peralatan pemeliharaan / konservasi koleksi Museum Unit II
4.       Mentatausahakan dan menyimpan bahan / obat-obatan untuk konservasi / perawatan koleksi
5.       Melaksanakan tugas/kegiatan lain yang diberikan oleh pemimpin
6.       Membuat laporan kegiatan yang dilaksanakan
7.       Memandu pengunjung Museum Unit II
8.       Bertanggungjawb kepada Ketua Pokja Museum Unit II

Rabu, 26 Desember 2012

MODEL PEMBELAJARAN

Menurut Ryder (2003), model seperti mitos dan metafor, dapat membantu kita memahami sesuatu. Apakah model itu diturunkan oleh seseorang atau merupakan hasil penelitian, setiap model menawarkan pemahaman tertentu secara lebih mudah.
Model desain pembelajaran menawarkan struktur dan pemahaman tentang desain pembelajaran. Membuat para pengembang pembelajaran memahami masalah, merinci masalah ke dalam unit-unit yang lebih mudah diatasi dan menyelesaikan masalah pembelajaran.
Nilai sebuah model pembelajaran ditentukan dalam konteks yang digunakan. Model mengandung maksud tertentu bagi pengguna, menawarkan penyelesaian dari beban pembelajaran dan menyajikan fokus dan arahan untuk mencapai hasil yang lebih baik.

1.      Model Petunjuk/ Resep

Model ini dimaksudkan untuk memudahkan para guru melaksanakan pembelajaran. Pola pikir yang digunakan adalah perumusan tujuan, penyusunan kegiatan belajar, dan penyusunan kegiatan penilaian untuk mencapai tujuan serta memahami kefektifan kegiatan belajar yang telah dilaksanakan. Termasuk dalam kategori model objektif, behavioris, dan pendekatan modern adalah taksonomi Benyamin Bloom dan desain pembelajaran Robert Gagne pada publikasi bukunya yang pertama: The Conditions of Learning (Gagne, 1965). Penjelasan mengenai model objektif diuraikan pada bagian taksonomi Bloom.
            Khusus mengenai Gagne, buku-bukunya yang terakhir The Conditions of Learning (Gagne, 1970, 1977, 1985) memberikan dasar yang kuat bagi model kognitif yang juga kemudian menjadi acuan bagi para penelaah model pemrosesan informasi. Dalam hal ini teori Robert Gagne berkembang pada teori dasar kognitif yang merupakan bagian dari model penomologi dan pendekatan posmodern. Penjelasan mengenai hal ini diuraikan pada bagian model kondisi pembelajaran Robert Gagne dan model pemrosesan informasi.
            Aplikasi model petunjuk adalah penyusunan berbagai petunjuk mengajar dengan rincian: (1) tujuan mengajar yang dirumuskan secara konkret, jelas, dan terukur; (2) kegiatan mengajar yang mencerminkan hal-hal yang perlu dilakukan guru dalam membimbing peserta didik; (3) sarana dan sumber belajar; serta (4) rincian soal-soal penilaian.

2.      Model Penomenologi

Model ini menekankan pada pengalaman-pengalaman pemrosesan informasi yang perlu diupayakan dalam kegiatan belajar peserta didik. Beberapa ahli yang mengupas model penomenologi adalah John Bransford dengan pembelajaran jangkar (anchored instruction); Malcom Knowles (andragogy); Bruner, Ausubel, dan Gagne (kognitif); George Miller (pemrosesan informasi); Joseph Novak (peta konsep); Albert Bandura (teori pembelajaran sosial budaya); Martin Ryder (pembelajaran generatif); Jerome Brunner (pembelajaran diskoveri); Montessory (minimalis model); serta para ahli lain yang mengupas model proyek, model pemecahan masalah, model inkuari, model percakapan, model bermain peran, model partisipasi, dan penelitian aksi (action research).

3.      Model Komparasi

Model komparasi menggabungkan model behavioris, kognitif, dan konstruktif dalam suatu kerangka pemikiran. Model komparasi menggabungkan model behavioris, kognitif, dan konstruktif dalam suatu kerangka pemikiran. Model komparasi ini tini tidak mengotak-otakkan secara tegas untuk kemudian memilih salah satu secara terpisah, tetapi menentukan kombinasi yang tepat untuk aplikasi yang sesuai dengan keadaan dan konteks pembelajaran.
Kerangka dasar dari situasi belajar melibatkan pebelajar dan instruktur dalam suatu pemecahan masalah. Instruktur yang berpengalaman biasanya akan bertanya: Apakah yang perlu diketahui, dilakukan dan diyakini peserta didik setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran? Ia kemudian akan menyusun strategi pembelajaran, isi pelajaran yang tepat, dan penilaian yang tepat untuk mendeteksi sejauh mana pembelajaran telah terjadi dengan bermakna.






Daftar Pustaka:
Yulaelawati, Ella.2004.Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Pakar Raya 
    

KOMPETENSI


Berdasarkan teori, secara umum kompetensi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan.
            Menurut Spencer dan Spencer (1993: 9) kompetensi merupakan karakteristik mendasar seseorang yang berhubungan timbal balik dengan suatu kriteria efektif dan atau kecakapan terbaik seseorang dalam pekerjaan atau keadaan.
Specer dan Spencer (1993: 9-11) juga membahas lima tipe kompetensi, yaitu:
1.      Motif
Sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Contoh: seseorang yang mempunyai motivasi akan menentukan tantangan untuk dirinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk mencapai tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya. Motif bekerja secara instrinsik atau mulai dengan sendirinya (self-starting). Motif menguasai pembawaan yang dapat memperkirakan apa yang dikerjakan seseorang dalam jangka panjang tanpa pengawasan yang ketat.

2.      Pembawaan
Karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Contoh: reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat tempur. Kontrol emosi diri dan inisiatif merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat mengontrol emosi dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetensi dari seseorang manajer yang berhasil.

3.      Konsep diri
Tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Contoh: percaya diri. Seseorang yang percaya diri akan efektif pada berbagai situasi. Rasa percaya diri ini sudah menjadi bagian dari jati dirinya, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai situasi yang berbeda.

4.      Pengetahuan
Informasi khusus yang dimiliki seseorang. Contoh: ahli bedah memiliki pengetahuan mengenai saraf dan tulang pada tubuh manusia. Menurut Spencer (1993) pengetahuan merupakan kompetensi yang kompleks. Hasil tes pengetahuan sering salah dalam memperkirakan kinerja seseorang. Tes pengetahuan sering gagal mengukur pengetahuan dan keterampilan yang digunakan dalam bekerja. Hal ini disebabkan karena:
a.       Tes yang digunakan mengukur ingatan seseorang, padahal yang diperlukan adalah kemampuan mencari pengetahuan;
b.      Tes pengetahuan mengukur respon seseorang terhadap pilihan-pilihan jawaban bukan apakah tindakannya dalam menggunakan pengetahuan tersebut. Kemampuan memilih pilihan jawaban benar sangat berbeda dengan kemampuan menentukan keberpihakan terhadap suatu situasi konflik atau kemampuan memberikan argumen untuk diterima. Pengetahuan meramalkan apa yang dapat dikerjakan seseorang, bukan apa yang akan dikerjakannya setelah tes.

5.      Keterampilan
Kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik atau mental. Contoh: dokter gigi memiliki kemampuan fisik untuk menambal gigi tanpa merusak saraf. Programmer komputer memiliki kemampuan untuk mengorganisir 50.000 barisan kode dengan perintah yang berurutan.






Daftar Pustaka:
Yulaelawati, Ella.2004.Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Pakar Raya